suci,,putih,,diri
Februari 13, 2008
Jalang-kah diriku bila tak lagi suci
Hina-kah aku bila tak menjaga diri
Apakah hati serupa birahi
Ataukah birahi cerminan hati
Apakah cintamu sebatas kelamin
Ataukah kelamin tempatmu mencinta
Putih-kah hatimu bila mempertanyakan
Suci-kah dirimu bila mempersoalkan
Mungkin ku tak lagi suci
Tetapi hatiku tak mudah berganti
Februari 13, 2008 at 7:09 am
egois memang jika kita mempermasalahkan ‘kesuian’ namun tak salah juga jika ketakutan akan gampang kelain hati jika menilik riwayat.
namun perlu kenempatkan cinta untuk membanggun hubungan.cinta tidak hanya sex dan birahi namun lebih indah dan memuaskan dari sekedar birahi.
Februari 13, 2008 at 7:20 am
cinta tidak di ukur dari hal itu
menrut saia pastinya
karena cinta yang mementingkan itu hanyalah nafsu
belaka .
Februari 13, 2008 at 10:44 am
haduh tulisannya bikin pusing…
jadi udah ga suci nih?
Februari 13, 2008 at 10:55 am
@edy
rajin main ke sini ya.. Jadi curiga..
@Klana
Kalo udah cinta, suci ga suci udah nomer dua.
Februari 13, 2008 at 11:09 am
ngeri nich ada yg nyebut kelamin…
Februari 13, 2008 at 1:44 pm
cinta dan birahi (nafsu) itu sangat tipis batasannya….terkadang kita salah mengartikan cinta padahal itu birahi…. atau kita birahi tapi menyangkalnya bahwa kita cinta padanya….
terus gimana dong…?
ya belajarlah untuk mencintai dan jangan lupa belajar bagaimana menerima cinta dari yang lainnya
Februari 14, 2008 at 2:47 pm
ckckck,..
eluselus jenggot
Februari 14, 2008 at 6:39 pm
Opps… sepertinya cinta dalam batas kelamin sekarang yang lagi laku keras.
ah, cinta nggak sesempit itu….
Februari 15, 2008 at 4:34 am
entah knapa saya tetap keukeuh mengenai hal ini…